admin@endurohomeservice.com
Kawasan Industri Jl. Mt.Haryono Cilacap
Cs. 0857 7053 8636

Gigih Wijaya: Berbisnis Membuka Cara Pandang Baru

Bisnis jasa keuangan mengalami digitalisasi dan memberikan perubahan ke berbagai sektor. Inilah peluang yang berhasil dicermati Gigih Windu Wijaya, pemuda 20 tahun asal Cilacap. Ia merupakan co-Founder dari Makarya.in yang merupakan financial technology digital bidang agrikultur berbasis syariah. Menarik bukan? Mari kita simak ceritanya berikut ini:

Minimnya akses modal di kalangan petani menjadikan sebuah motivasi

Gigih menjelaskan bahwa fintech merupakan salah satu inovasi dalam bidang jasa keuangan dengan memberikan sentuhan teknologi modern sebagai katalis berbagai aspek pelayanan keuangan mulai dari metode pembayaran, transfer dana, pinjaman, pengumpulan dana hingga pengelolaan aset secara cepat dan singkat. Berangkat dari perekonomian Indonesia yang masih sangat dipengaruhi peran sektor pertanian dengan 38,23 juta angkatan tenaga kerja serta peningkatan ketahanan nasional yang ditetapkan presiden Joko Widodo, Gigih tergugah untuk mencarikan solusi sekaligus kesempatan untuk berwirausaha.

“Namun terdapat permasalahan terkait rantai distribusi yang panjang dan minimnya akses modal di kalangan petani. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2016 baru 15% dari 8000 petani yang mengakses kredit bank. Sehingga makarya hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan inovasi pendanaan digital berbasis syariah,” jelas Gigih.

Mengelola startup sangat banyak tantangan

Makarya.in berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan melalui optimalisasi sistem digital dalam konsep pertanian berkelanjutan untuk mewujudkan sustainable development goal (SDGs) 2030 nomor 7 yaitu decent work and economic growth serta 02 zero hunger.

Namun, Gigih mengakui jika perjalanan mengelola startup banyak tantangan, ditambah dengan kondisi ekonomi yang sedang diterpa pandemi seperti saat ini. Di sisi lain Gigih mengaku bahwa sebuah kebahagiaan luar biasa ketika idenya bersama tim diakui oleh KBMI (Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia), KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) dan Isyefpreneur (Wirausaha berbasis masjid). Ia mengakui banyak mitra agrikultur yang berhasil mencapai untung fantastis dan user (investor) baru yang memberikan kepercayaan pada Gigih dan tim.

Jangan terlalu lama dengan teori

Gigih membuat perumpamaan bahwa bisnis seperti mencari pasangan hidup. “Gampang-gampang susah mencari yang cocok. Kalo ngotot, bisa ditolak. Terlalu lama menunggu nanti diambil orang. Kurang lebih sama seperti bisnis, kebanyakan teori justru menghambat dan bikin kita pusing. Namun bukan berarti kita gegabah, saat kita memutuskan memulai bisnis, berarti kita harus memikirkan tentang perencanaan ke depan dan pengembangannya.” demikian saran Gigih ketika menjelaskan tips memulai bisnis untuk Sobat Enduro.

Bagaimana? Sobat Enduro sudah berani memulai berbisnis?

IG : wnduwjya

Fb : gigih windu wijaya

Wa : +6281329638097

(PU)

Leave a Reply

Translate »
DAFTAR
LOGIN
Home
PRAKTEK
TARGET